Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Diskusi Literasi Bersama Erisca Febriani di Universitas Singaperbangsa Karawang

“Diskusi Literasi Bersama Erisca Febriani di Universitas Singaperbangsa Karawang” Oleh Saskia Monalisa Bemsika PBSI (Bengkel Menulis dan Kreativitas PBSI ) mengadakan acara "Diskusi Literasi" di Aula Universitas Singaperbangsa Karawang dengan mengusung tema "Menumbuhkan Semangat Literasi Untuk Menciptakan Sebuah Karya". Acara ini dibintang tamui oleh penulis terkenal dan bahkan beberapa karyanya sudah difilmkan, yaitu Erisca Febriani. Perserta yang hadir sekitar 300 peserta memenuhi Aula Universitas Singaperbangsa Karawang. Beberapa diantaranya adalah siswa SMA dan mahasiswa dari universitas lain. "Acara ini sudah dirancang sejak empat bulan yang lalu dengan tema dan konsep yang matang. Hingga akhirnya pada tanggal 22 September 2019 acara ini bisa terlaksanakan. “ Tujuan dari diadakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan budaya literasi pada kaum milenial, khususnya di daerah Karawang dan untuk menumbuhkan semangat literasi ...

Resensi Buku Kumpulan Cerpen “Bidadari yang Mengembara” Karya A.S Laksana

Resensi Buku Kumpulan Cerpen “Bidadari yang Mengembara” Karya A.S Laksana Penulis            : A.S Laksana Judul               : Bidadari yang Mengembara Tahun Terbit    : 2014 Penerbit           : Gagas Media Tempat            : Jakarta Selatan             Kumpulan cerpen ini berisikan 12 cerpen yang bertemakan kisah cinta, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat atau konflik sosial. Judul-judul cerpen dari buku ini yaitu: 1.     Menggambar Ayah   2.   Bidadari yang Mengembara 3. Seorang Ibu yang Menunggu atau Sangkuriang 4. Burung di Langit dan Sekaleng Lem 5.   Seekor Ular di Dalam Kepala 6.   Telepon dari Ibu 7.   Buldoser 8. Seto M...

Analisis Semiotika Puisi “Doa” Karya Sapardi Djoko Damono

Analisis Semiotika Puisi “Doa” Karya Sapardi Djoko Damono Analisis ini saya buat karena puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Doa” diksinya sangatlah sederhana namun kaya akan makna. Oleh karena itu saya tertarik untuk menganaisisnya lebih dalam dengan kajian semotika. Semoga dengan analisis puisi ini bisa menambah wawasan dan memberikan manfaat bagi pembaca baik akademik maupun sebatas pengetahuan. Berikut adalah analisis semiotika puisi “Doa” karya Sapardi Djoko Damono. Doa         Kau pun buru-buru menangkap doa yang baru selesai kauucapkan dan memenjarakannya di selembar kertas. Ia abadi di situ . Ia sudah mulai merasa tenang di lembaran kertas yang hening ketika malam ini kau melisankannya keras-keras. Alangkah indah bunyinya.        Tidak ada yang pernah mengatakan padaku seperti apa sebenarnya hubunganmu dengan doa itu. 1.       Kajian Semiotika “D...