Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan terbaru

Cerpen "Sang Kuncen"

  Air itu tak henti-hentinya mengalir, meski kemarau panjang menerjang. Tak jarang juga banyak pelancong yang datang dari kota dengan maksud mencari sumber air itu dan memakainya untuk sekedar mandi atau bahkan dibawanya pulang untuk keperluan usaha dan mengobati segala jenis penyakit. Mata air itu dinamakan Sumur Ambaro. Sumur yang hanya berkedalaman dua sampai tiga meter saja, dengan air yang sangat jernih. Siapa pun yang menyentuh air tersebut akan terasa dingin, serta sejuk jika terkena kulit seperti air dari pegunungan. Namun, kenyataannya Sumur Ambaro ini tidaklah berada di sekitaran gunung. Bahkan terbilang jauh dari pegunungan. *** Konon, pada zaman dahulu, daerah itu mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Warga berlomba-lomba untuk menggali sumur sedalam-dalamnya. Hampir setiap rumah memiliki sumur yang kedalamannya bisa mencapai puluhan meter. Karena kekeringan membuat warga resah dan tak tahu harus melakukan apa untuk mendapatkan sumber kehidupan. Hingga tibal...

Cerpen "Tumbal"

“TUMBAL” (Oleh Saskia Monalisa) Musim pencalonan jadi waktu paling ditunggu-tunggu para politisi. Bukan hanya sekadar uang atau materi yang jadi taruhan, nyawa pun bisa tergadai. Kampung Sukaharja, sekitar satu bulan lalu, beredar cerita-cerita yang mengabarkan kematian istri mantan kepala dusun. Lusi jadi tumbal dari pencalonan Bambang suaminya. Pencalonan yang ketiga kalinya. Aturan di Desa Sukaharja dalam pemilihan kepala dusun boleh menjabat sebanyak tiga kali, setelah itu barulah tidak dibolehkan untuk mencalonkan kembali.   Sungguh malang nasib Lusi, meninggal saat suaminya berjuang mempertahankan posisi sebagai kepala dusun. Isu beredar lantaran Lusi meninggal dalam keadaan sehat dan tidak mengidap penyakit apa pun. Semua warga geger dan menyimpulkan kematiannya sebuah kiriman. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui pasti, siapa yang telah mengirimkan maut kepada Lusi. *** Saat matahari sedang beranjak untuk menenggelamkan wajahnya, semua masyarakat Sukaharja...

Diskusi Literasi Bersama Erisca Febriani di Universitas Singaperbangsa Karawang

“Diskusi Literasi Bersama Erisca Febriani di Universitas Singaperbangsa Karawang” Oleh Saskia Monalisa Bemsika PBSI (Bengkel Menulis dan Kreativitas PBSI ) mengadakan acara "Diskusi Literasi" di Aula Universitas Singaperbangsa Karawang dengan mengusung tema "Menumbuhkan Semangat Literasi Untuk Menciptakan Sebuah Karya". Acara ini dibintang tamui oleh penulis terkenal dan bahkan beberapa karyanya sudah difilmkan, yaitu Erisca Febriani. Perserta yang hadir sekitar 300 peserta memenuhi Aula Universitas Singaperbangsa Karawang. Beberapa diantaranya adalah siswa SMA dan mahasiswa dari universitas lain. "Acara ini sudah dirancang sejak empat bulan yang lalu dengan tema dan konsep yang matang. Hingga akhirnya pada tanggal 22 September 2019 acara ini bisa terlaksanakan. “ Tujuan dari diadakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan budaya literasi pada kaum milenial, khususnya di daerah Karawang dan untuk menumbuhkan semangat literasi ...

Resensi Buku Kumpulan Cerpen “Bidadari yang Mengembara” Karya A.S Laksana

Resensi Buku Kumpulan Cerpen “Bidadari yang Mengembara” Karya A.S Laksana Penulis            : A.S Laksana Judul               : Bidadari yang Mengembara Tahun Terbit    : 2014 Penerbit           : Gagas Media Tempat            : Jakarta Selatan             Kumpulan cerpen ini berisikan 12 cerpen yang bertemakan kisah cinta, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat atau konflik sosial. Judul-judul cerpen dari buku ini yaitu: 1.     Menggambar Ayah   2.   Bidadari yang Mengembara 3. Seorang Ibu yang Menunggu atau Sangkuriang 4. Burung di Langit dan Sekaleng Lem 5.   Seekor Ular di Dalam Kepala 6.   Telepon dari Ibu 7.   Buldoser 8. Seto M...